8 Hal yang Harus Dilakukan Saat Berbicara dengan Orang Asing di Ome TV

 

Dulu, zaman ayah dan ibu saya, kantor pos adalah tempat favorit untuk saling berkirim kabar. Masih saya ingat, kala itu ayah saya yang rindu berat pada kakaknya yang merantau jauh di pulau Kalimantan mendatangi kantor pos untuk mengirim surat. Antrian panjang tak membuat tiap orang menjadi jenuh. Mereka saling berbincang sembari menunggu namanya dipanggil.

Sebulan setelahnya, surat ayah yang berisi ungkapan kerinduan seorang adik pada kakaknya tiba di bumi Kalimantan. Lama sekali bukan? Menguji kesabaran memang, namun saya tak pernah melihat orang-orang zaman dulu gusar menunggu balasan surat.

Mulai tahun 2000-an, internet mulai diidolakan. Saya kala itu tak mau tertinggal. Mulai dari Friendster, mIRC, Yahoo messenger, Facebook, Twitter, Instagram, Linkedin, dan lain-lain sudah pasti pernah dicoba. Termasuk yang sedang hits saat ini, Ome TV. Ome TV adalah aplikasi video chat yang memungkinkan penggunanya mengobrol dengan orang asing di seluruh dunia secara acak.

Memilih orang secara random tentunya akan kita dapati berbagai karakter pengguna Ome TV yang kadang lucu, memancing kemarahan, mengerutkan kening, atau membuat shock. Saya tak pernah berbicara dengan orang Indonesia. Bukannya pilih-pilih, tapi tujuan saya bermain Ome TV adalah untuk mengasah kemampuan saya berbahasa inggris. 

sumber: google.com

 

Orang-orang dari berbagai Negara muncul dalam aplikasi yang gratis ini. Beberapa yang saya temui agak vulgar. Mereka berbicara kasar dan bahkan mencoba melakukan hal yang tak senonoh. Kalau sudah begini, biasanya saya langsung skip. Ada juga beberapa lainnya yang rasis. Saat saya bilang bahwa saya dari Indonesia, raut wajah mereka terlihat terkejut dan, “oh shit! Asia!”, lalu saya di skip. Hehe… ada apa dengan Asia ya? Bukannya kalo liburan mereka memilih Bali sebagai destinasi wisatanya? Bali milik Indonesia lho, kata saya dalam hati. Duh, geram juga ya kalau diperlakukan rasis begini. Meskipun tidak semuanya, tapi kebanyakan mereka yang rasis itu orang-orang Amerika. Tapi ya sudah lah ya. Beberapa kali saya harus berhadapan dengan orang-orang yang tidak bisa berbahasa inggris namun ngotot tetap ingin berbicara. Lucu juga, saya harus berusaha keras menerjemahkan gerakan tangannya yang sibuk bergerak ke sana kemari sebagai bahasa isyarat. Saya, yang awalnya berniat melatih kemampuan bahasa inggris saya, justru malah belajar bahasa ibu mereka. Tak mengapa, hal itu tetap seru selama mereka masih bersikap sopan pada lawan bicaranya.

Agar mereka bersikap sopan pada kita, tentunya kita harus mampu menempatkan diri sebagai orang yang layak diperlakukan dengan baik. Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan saat chat atau mengobrol dengan orang asing di Ome TV yang sudah saya rangkum berdasarkan pengelaman saya:

1.      1. Posisi duduk

Ada beberapa orang yang bermain Ome TV dengan tidur-tiduran atau duduk di sofa dengan posisi seolah-olah sedang bermalas-malasan. Ini terkesan tidak menghargai lawan bicara dan tidak tertarik dengan obrolan.

2.      2. Cahaya terang

Saat berbicara dengan orang lain, pastikan cahaya di ruangan kamu cukup. Selain membuat wajah kamu terlihat jelas, lawan bicara biasanya akan lebih bersemangat untuk terus berbincang.

3.      3. Berpakaian yang layak

Ada banyak yang menggunakan pakaian minim, entah untuk tujuan apa. Tapi jika kamu ingin dihargai oleh lawan bicaramu, maka berpakaianlah yang sopan.

4.      4. Kurangi suara noisy

Carilah tempat yang tenang untuk memulai percakapan dengan seseorang. Backsound sekecil apapun akan mengganggu, apalagi kamu adalah seorang bad listener seperti saya yang butuh fokus terhadap kalimat yang diucapkan oleh lawan bicara.

5.      5. Bersikap ramah

Ramah bukan berarti harus flirting ke lawan bicara ya. Cukup awali dengan salam sapaan dan jangan lupa tersenyum. Ah, orang Indonesia sudah mahir dalam hal ini kok.

6.      6. Beri perhatian

Duh, kalau yang ini bukan seperti perhatian pada pasangan ya? Jika lawan bicara kamu sedang bercerita, beri respon yang menunjukkan bahwa kamu tertarik dengan apa yang diceritakannya.

7.      7. Jangan kehabisan topik

Agar tidak ada kejadian skip selagi bicara, jangan segan-segan untuk membahas topik yang menarik atau sesuatu yang sedang terjadi di Negara lawan bicara kamu. Nah, kalau ini kamu harus sering-sering membaca sih ya.

8.      8. Berpisah baik-baik

Lah? Kapan jadiannya kok sudah berpisah? Hehe. Bukan itu dong, ah. Kalau kamu mau mengakhiri percakapan, baiknya akhiri percakapan dengan salam perpisahan. Misalnya, “I’ve got to get going, bye”, atau “it was nice seeing you, bye”.

Nah, akhirnya semoga orang-orang seantero dunia mengerti bahwa, ‘oh orang Indonesia ternyata punya good manners lho. Kalau masih ada yang rasis, ya itu masalah mereka. Kita tetap jadi orang Indonesia yang ramah. Setuju, ngga?

Posting Komentar

0 Komentar